5 Tips Jitu Menghadapi Resesi Ekonomi yang Bisa Anda Mulai dari Sekarang

21/10/2022 - Posted in Ekonomi by masarif - Permalink

Resesi adalah penurunan ekonomi yang terjadi selama periode waktu di mana pengangguran meningkat dan aktivitas perdagangan serta industri menurun. Meskipun dapat bervariasi, namun biasanya resesi mengacu pada penyusutan ekonomi selama enam bulan berturut-turut atau lebih, di mana seringnya terjadi penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) selama dua kuartal dan pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat, atau bahkan negatif. Resesi ekonomi bisa terjadi kapan saja, karenanya akan lebih baik jika Anda selalu mempersiapkan diri dengan membuat perencanaan finansial yang matang dan mempraktikkan kebiasaan keuangan yang baik. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi perubahan ekonomi tatkala terjadinya resesi.

1. Mulai Coba Bisnis Sampingan

Seringkali, perlambatan ekonomi memicu terjadinya PHK besar-besaran saat resesi ekonomi, sehingga membuat banyak orang terpaksa kehilangan pekerjaan utama mereka. Tentunya, situasi sulit seperti ini mengharuskan mereka untuk berpikir out of the box dan mulai banting setir untuk membuka bisnis sampingan dari nol. 

Nah, dari pada menunggu situasi terlanjur memburuk, tidak ada salahnya jika Anda mulai membuka bisnis sampingan sendiri dari sekarang, agar ketika resesi terjadi pendapatan bisnis sampingan Anda sudah stabil dan Anda sudah punya persiapan yang matang jika kehilangan pekerjaan utama.

Anda bisa mulai dari yang sederhana, misalnya menjadi freelancer paruh waktu dari keahlian yang Anda miliki. Contoh Anda memiliki keahlian desain grafis, Anda bisa menjadi freelance dan menawarkan jasa Anda ke berbagai creative design agency karena mereka juga pasti akan membutuhkan freelance untuk penghematan biaya mereka.

2. Evaluasi Pengeluaran Bulanan

Evaluasi pengeluaran Anda setiap bulannya untuk melihat anggaran apa saja yang tidak terlalu penting dan bisa dipangkas. Misalnya, jika biasanya Anda menghabiskan terlalu banyak uang untuk berbelanja pakaian, Anda bisa memotong anggaran ini. Dengan berlatih untuk meminimalisir pengeluaran yang tidak urgent dan hanya membeli apa yang benar-benar Anda butuhkan, pada akhirnya praktik ini dapat membantu Anda melakukan penghematan yang signifikan dalam jangka panjang.

3. Mulai Menabung

Setelah memotong pengeluaran yang tidak perlu, kini saatnya Anda mulai meningkatkan anggaran tabungan sebanyak mungkin. Idealnya, Anda harus menyisihkan paling sedikit sekitar 20% pendapatan bulanan untuk ditabung. Uang tabungan ini nantinya dapat digunakan sebagai investasi atau dana darurat jika suatu waktu Anda kehilangan pekerjaan atau mengalami masalah yang membutuhkan biaya besar, seperti berobat, cicilan bulanan, atau masalah lainnya.

4. Lakukan Investasi Saham

Karena pasar saham selalu berfluktuasi, berinvestasi saham memang memiliki resiko yang dapat membuat Anda merugi. Namun jika Anda pandai mengelola keuangan, memilih saham dengan tepat, dan membaca fluktuasi pasar, melakukan investasi saham dapat membantu Anda untuk membangun tabungan, melindungi uang Anda dari inflasi, dan memberikan penghasilan tambahan secara pasif tanpa perlu bekerja. Pada gilirannya, hal ini akan sangat menolong kondisi finansial Anda ketika resesi ekonomi terjadi.

Apalagi kini investasi saham sudah sangat beragam dan bisa lintas negara. Tidak hanya saham yang terdapat di Indonesia, kita juga bisa beli saham Amerika yang terdapat perusahaan-perusahaan besar seperti Google, Microsoft, Apple, saham Tesla, dan banyak lagi lainnya.

5. Fokus Lunasi Cicilan

Penawaran kredit dengan cicilan yang ringan dan beban rendah memang terkadang membuat Anda lebih mudah tergoda untuk berhutang. Tetapi ingatlah, setiap cicilan yang Anda ambil berarti akan menjadi beban keuangan Anda selama periode tertentu, karenanya pastikan Anda tidak mengambil banyak cicilan dalam waktu yang berdekatan. Jika saat ini Anda sudah memiliki cicilan yang sedang berjalan, sebaiknya fokus terlebih dahulu untuk melunasi cicilan tersebut agar Anda segera terbebas dari hutang.

Dengan mempraktikkan strategi keuangan yang sehat, Anda dapat menabung sebanyak mungkin dan bersiap untuk kejadian tidak terduga di masa mendatang. Selagi Anda masih memiliki pekerjaan tetap dan kondisi finansial yang stabil, tidak ada salahnya jika Anda mulai menerapkan tips-tips yang sudah disebutkan di atas agar tidak perlu kewalahan ketika nantinya resesi ekonomi terjadi.