Cara Charge Baterai Smartphone yang Baik dan Benar Agar Tidak Cepat Rusak

Charge atau mengisi ulang daya baterai smartphone, saya rasa ini merupakan aktifitas yang wajib kita lakukan setiap harinya.

Walaupun smartphone jaman sekarang sudah berkembang dengan membawa kapasitas baterai yang besar-besar akan tetapi untuk sebagian besar orang baterai smartphone yang sudah berkapasitas besar itu masih belum cukup untuk 1 harian.

Ada yang perlu mengcharge smartphone lebih dari 1x, 2x, 3x atau bahkan lebih. 

Ya itu kembali lagi kepada penggunaan kita masing-masing, karena kita tahu smartphone jaman sekarang ini menjalankan banyak fungsi dan tugasnya yang tidak bisa kita lewati baik untuk sekedar komunikasi, pekerjaan, atau sekedar hiburan kita seperti menonton video ataupun bermain game.

Nah semakin sering kita melakukan proses charging tentunya ada hal yang perlu anda perhatikan dalam proses mengisi ulang baterai smartphone anda yaitu cara ngecasnya apakah sudah tepat dan benar belum.

Karena beberapa hal kecil yang mungkin kita tidak sadari saat proses charge dapat memperpendek usia baterai smartphone kita, efek jangka panjangnya tentunya tidak baik.

Mulai dari Battery health smartphone yang turun sehingga kemampuan daya tampung baterai smartphone kita juga turun inilah kenapa anda terkadang merasa baterai smartphone anda menjadi lebih boros dan cepat habis pemakaian yang lama.

Bahkan yang terburuknya bisa mengakibat kerusakan hardware lainnya pada smartphone.

Untuk itu anda harus tahu bagaimana cara ngecas smartphone yang baik dan benar agar baterai dan smartphone kesayangmu tetap awet untuk pemakaian jangka panjang.

Apa saja yang perlu dilakukan anda perhatikan ketika charging baterai.

Menggunakan Kepala Adaptor dan Kabel Data Original Smartphone

Ketika membeli sebuah smartphone baru kita biasanya diberikan kepala adaptor dan kabel data untuk mengecharge smartphone kita.

Silakan digunakan dengan baik karena memang adaptor dan kabel data yang diberikan sudah sesuai untuk proses charging smartphone dari segi tegangan dan voltase yang diberikan. 

Ibarat smartphone orang maka charger bawaan ini seperti sendok yang sudah pas dan sesuai dengan mulut orang tersebut. Anda akan mendapatkan asupan yang pas tidak kurang dan lebih sesuai kebutuhan anda.

Selain itu secara quality control yang digunakan sudah terjamin.

Banyak kasus smartphone yang meledak saat di cas penyebabnya karena tidak menggunakan charger dan kabel data asli/original bawaan smartphone. 

Untuk teman-teman yang tidak mendapatkan charger bawaan dari dalam box pembelian smartphone. Karena kita tahu trend 2022 ini mulai banyak produsen smartphone tidak memberikan charger bawaan dari dalam box karena alasan peduli lingkungan.

Untuk itu anda bisa membeli charger yang original dari brand smartphone tersebut karena biasanya produsen smartphonenya juga menjualnya, sesuaikan besaran watt kepala charger yang akan anda beli dengan kemampuan charging smartphone anda.

Membeli charger dengan watt lebih tinggi tidak membawa benefit apapun jika memang smartphonenya tidak mendukung. Jadi misal fast charging smartphone anda 15 watt ya beli kepala charger yang support 15 watt. 

Membeli kabel data juga pastikan mendukung kemampuan menghantarkan voltase tersebut. Ibarat adaptor itu keran, maka kabel data itu selangnya. Jika selangnya gak mampu mengirim daya besar ya anda ngecharge hpnya jadi lama juga.

Perhatikan spesifikasi berapa volt dan ampere baik itu adaptor maupun kabel data third party yang ingin anda beli.

Jika anda ingin membeli kepala charger dan kabel data dari selain dari brand smartphone anda pastikan juga kualitas brand tersebut, ingat hukum ada harga ada barang berlaku disini.

Anda tidak bisa menghemat uang anda untuk sebuah kepala charger yang anda gunakan setiap saat untuk charge smartphone anda, mau hemat budget buat beli charger malah smartphonenya yang rusak itu saya rasa tidak worth it.

Pastikan brandnya sudah terkenal, barang tersebut asli (beli di official store), secara harga tidak murah tentunya karena ada kualitas dalam sebuah adaptor tersebut (ic yang digunakan, proteksi listrik,dll).

Hindari Charge dalam Kondisi Panas dan Lebih Baik dalam Kondisi Mati

Ketika smartphone sedang digunakan dan smartphone tersebut menjadi hangat atau panas itu merupakan hal yang wajar karena memang komponen sedang bekerja.

Apalagi jika sebelumnya smartphone digunakan untuk aktifitas yang berat seperti bermain game, rendering video, thehering hotspot, dan masih ditambah suhu lingkungan sekitar yang panas.

Apalagi kita di Indonesia yang beriklim tropis, musim kemarau begitu panas.

Jadi smartphone panas saat aktifitas wajar karena suhu panas dari dalam maupun luar.

Namun ketika ingin mengcharge smartphone anda harus memastikan suhu smartphone anda turun terlebih dahulu.

Kalau sebelumnya habis dipakai ya diistirahatkan dulu beberapa menit agar suhunya turun.

Hal ini karena saat proses charge nantinya suhu smartphone juga akan naik karena proses pengisian arus listrik kedalam baterai.

Ketika smartphone anda panas lalu dipaksakan dicharge maka suhunya akan semakin tinggi ini bisa merusak cell pada baterai smartphone anda. 

Baterai smartphone jaman sekarang rata-rata bertipe li-ion dan li-po yang sangat sensitif terhadap suhu tinggi, kerusakan cell baterai bisa terjadi saat suhu tinggi pada baterai. Kalau cellnya rusak maka kemampuan menampung daya baterai juga akan menurun.

Smartphone yang anda pakai jadi tidak seawet saat awal pemakaian karena baterai healthnya turun. Selain itu suhu tinggi bisa merusak komponen lain dan terburuknya bisa meledak ya teman-teman.

Praktek terbaiknya adalah dengan mematikan smartphone anda saat ingin mencharge agar suhu smartphone bisa terjaga karena panas dari kerja cpu,gpu smartphone ditiadakan.

Selain itu charge dalam kondisi mati juga mempercepat waktu charge karena biasanya produsen smartphone melimit kemampuan fast charging saat smartphone dalam kondisi menyala tujuannya baik agar suhu tidak panas dan keamanan pengguna.

Ingat ya baterai smartphone sangat sensitif terhadap panas, jadi saat charge lebih baik smartphone dalam kondisi dingin, tidak bekerja berat atau lebih baik dimatikan jangan malah sambil main game.

Charge Sebelum Baterai Habis dan Cabut Sebelum Penuh

Mungkin anda pernah mendengar bahwa baterai hp harus sesekali dicharge dalam kondisi benar-benar habis 0% hingga 100% untuk dapat menghapus memory baterai agar baterai handphone jadi lebih awet. 

Hal ini merupakan mitos dan hal itu hanya berlaku untuk handphone jaman dulu yang masih menggunakan baterai jenis NiCd dan NiMh berbeda dengan smartphone jaman sekarang yang rata-rata mengggunakan li-po atau li-tium.

Justru baterai jenis li-po ataupun li-tium bisa berumur lebih panjang jika kita melakukan pengisian daya sebagian, tidak sampai benar-benar habis saat melakukan charging dan berhenti sebelum penuh.

Yang terbaik ada mencharge smartphone anda sebelum dibawah 20% dan berhenti sebelum 90% dengan cara ini bisa memperpanjang usia cell baterai.

Baterai smartphone bekerja lebih berat saat pengisian jika dimulai dari 0 dan juga berkerja berat saat mau mencapai 100%.

Baterai smartphone sendiri bukan suatu part yang dirancang permanen dan tidak akan rusak, rata-rata life cycle chargenya 300-600 kali charge (0-100%) sebelum baterai tersebut turun kemampuan daya tampung dayanya, namun dengan charge sebagian tidak dari kosong sampai penuh memang mampu memberikan umur yang lebih panjang karena kerja baterai anda jadi lebih ringan.

Walau terdengar tidak praktis karena kita tidak bisa menggunakan smartphone lebih lama karena harus dicharge dan tidak membiarkannya penuh namun ini lebih baik dari segi kesehatan baterai smartphone anda.

Untuk anda yang tidak setiap tahun bisa dan ingin menganti baterai atau smartphone baru maka cara inilah yang terbaik untuk anda lakukan.

Tapi untungnya smartphone jaman sekarang sudah dibekali dengan kemampuan fast charging yang cepat sehingga anda tidak perlu khawatir tidak mengisi baterai anda dengan penuh, karena kalau sudah waktunya charge tinggal di charge dan itu tidak memakan waktu yang lama.

Fast charging sendiri juga melambat kemampuan pengisian daya saat memasuki 80% keatas, jadi mencharge sampai penuh selain memakan waktu lebih lama juga kurang baik untuk kesehatan baterai (jangka panjang).

Charge di Laptop atau Power Bank?

Terkadang dalam suatu kondisi kita bisa lupa membawa adaptor charger smartphone kita dan penolong dikala itu tentunya ada laptop atau komputer yang sedang kita gunakan kerja.

Apakah ngecas hp dengan laptop itu merusak baterai smartphone?

Jawabannya tidak, karena secara voltase yang diberikan cukup kecil, port usb pada laptop memiliki tegangan yang kecil rata-rata 1 A ada juga yang 2 A ini aman dan stabilitas daya sudah terjamin dari laptop.

Yang anda rasakanm mungkin hanya waktu charge yang lama karena memang ampere yang diberikan relatif kecil dibandingkan dengan menggunakan langsung charger smartphone.

Untuk power bank untuk pengisian daya smartphone juga aman, power bank sendiri memiliki output yang beragam dan bisa menyesuaikan kebutuhan smartphone.

Mungkin kebiasaannya saja, karena biasanya penggunaan power bank dikala kita sedang diluar ruangan dan smartphone sambil digunakan, anda perlu memperhatikan suhu smartphone agar tidak terlalu tinggi.

Ingat baterai itu sensitif terhadap suhu tinggi.

Dengan cara-cara diatas yang sudah saya sebutkan jika anda praktekan dan jadikan kebiasaan anda dalam mencharge smartphone itu bisa memperpanjang usia baterai. Ingat memperpanjang karena memang baterai bukan part yang tidak bisa rusak.

Jadi anda bisa mendapatkan kondisi baterai yang prima untuk pemakaian jangka panjang.

Mungkin jika ada yang terlewat bisa tulis dikolom komentar, mari diskusikan cara anda yang lakukan untuk menjaga kesehatan baterai smartphone anda.