Mengenal Carnivore Diet yang Sedang Trend Dikalangan Milenial

Klaten - Carnivore Diet adalah sebuah pola makan yang menekankan pada asupan makanan yang terdiri dari daging sapi, daging ayam, daging babi, dan ikan. Diet ini sangat terbatas dari segi jenis makanan yang diijinkan, dan biasanya tidak mencakup makanan nabati sama sekali. Beberapa orang yang mengikuti diet ini mungkin juga akan memasukkan susu, telur, dan produk hewani lainnya ke dalam pola makannya.

Diet ini telah menjadi populer dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kalangan orang yang ingin menurunkan berat badan atau meningkatkan kesehatan secara umum. Namun, beberapa ahli gizi dan dokter mengeluhkan bahwa diet ini kurang sehat karena tidak mencakup cukup nutrisi yang dibutuhkan tubuh, terutama serat dan vitamin yang terkandung dalam makanan nabati.

Manfaat Carnivore Diet

Carnivore diet, atau diet yang hanya terdiri dari daging dan air, merupakan sebuah bentuk diet yang ekstrem dan tidak dianjurkan oleh kebanyakan ahli gizi. Diet ini dapat menyebabkan kekurangan nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti serat, vitamin, dan mineral.

Namun, beberapa orang yang menjalani carnivore diet mungkin merasakan beberapa manfaat sementara, seperti:

  • Penurunan berat badan: Karena diet ini hanya mengandung daging dan air, maka jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh akan berkurang. Ini dapat menyebabkan penurunan berat badan sementara.
  • Perbaikan gejala penyakit autoimun: Beberapa orang yang menjalani carnivore diet mungkin merasakan perbaikan gejala penyakit autoimun, seperti artritis atau lupus. Namun, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa diet ini efektif dalam mengobati penyakit autoimun.
  • Perbaikan kesehatan mental: Beberapa orang yang menjalani carnivore diet mungkin merasakan perbaikan kesehatan mental, seperti menurunnya kecemasan atau depresi. Namun, kemungkinan besar hal ini disebabkan oleh faktor lain seperti perubahan pola makan yang lebih teratur atau peningkatan konsentrasi dari mengikuti diet yang ketat.

Secara umum, carnivore diet tidak dianjurkan karena tidak mengandung cukup nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Sebaiknya, atur pola makan Anda dengan memperhatikan asupan nutrisi yang seimbang dari berbagai sumber makanan, seperti sayuran, buah-buahan, bahan pangan olahan, dan protein hewani atau nabati.

Risiko yang Perlu Anda Ketahui

Ada beberapa resiko yang dapat terjadi saat menjalani carnivore diet, diantaranya:

  1. Kekurangan nutrisi: Diet carnivore hanya terdiri dari daging dan produk susu, sehingga tidak mengandung banyak nutrisi penting seperti serat, vitamin, dan mineral. Ini dapat menyebabkan kekurangan nutrisi yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti anemia, masalah tulang, dan masalah pencernaan.
  2. Seringnya sakit kepala: Sakit kepala adalah salah satu efek samping umum yang dapat terjadi saat menjalani carnivore diet, terutama saat awal-awal menjalani diet ini. Hal ini disebabkan karena perubahan drastis dalam asupan karbohidrat dan serat yang biasanya membantu mengontrol tekanan darah.
  3. Masalah pencernaan: Diet carnivore hanya mengandung daging dan susu, sehingga tidak mengandung serat yang dibutuhkan untuk menjaga pencernaan sehat. Ini dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti sembelit atau diare.
  4. Efek samping obat: Beberapa obat dapat terpengaruh oleh diet carnivore, seperti obat anti-inflamasi dan obat penurun kolesterol. Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai carnivore diet jika sedang mengonsumsi obat-obatan tersebut.
  5. Risiko kolesterol tinggi: Diet carnivore yang terdiri dari daging merah yang tinggi lemak dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi dan penyakit jantung. Sebaiknya memilih daging tanpa lemak atau rendah lemak saat menjalani carnivore diet.

Tips Untuk Anda yang Ingin Memulai Mencoba Carnivore Diet

  1. Mulailah dengan mengidentifikasi tujuan dari diet carnivore. Apakah Anda ingin menurunkan berat badan, meningkatkan kesehatan mental atau fisik, atau mencapai kebugaran yang lebih tinggi? Tentukan tujuan Anda sehingga Anda memiliki pedoman untuk memantau kemajuan Anda.
  2. Segera setelah Anda menentukan tujuan Anda, pertimbangkan untuk mencari saran dari dokter atau ahli gizi. Ini bisa membantu Anda mengelola masalah kesehatan yang mungkin timbul dari diet carnivore yang ketat, seperti kekurangan nutrisi atau masalah pencernaan.
  3. Buat rencana makan harian Anda. Ini harus terdiri hanya dari daging, susu, telur, dan makanan laut. Jangan lupa untuk memasukkan sumber protein yang beragam dalam menu harian Anda, seperti daging sapi, ayam, daging babi, dan daging kambing.
  4. Mulailah dengan mengikuti diet carnivore selama beberapa hari dan evaluasi bagaimana tubuh Anda bereaksi. Jika Anda mengalami masalah pencernaan atau masalah kesehatan lainnya, pertimbangkan untuk menambahkan makanan yang lebih rendah protein, seperti sayuran, ke dalam menu harian Anda.
  5. Jangan lupa untuk minum banyak air. Ini penting untuk membantu tubuh Anda mengeluarkan racun dan membantu pencernaan Anda.
  6. Pantau kemajuan Anda dengan mempertahankan jurnal makanan Anda dan mengukur kemajuan berat badan atau kebugaran Anda secara teratur. Jika Anda merasa tidak sehat atau tidak nyaman setelah beberapa minggu mengikuti diet carnivore, pertimbangkan untuk mengubah rencana makan Anda atau berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi.

Jika Anda tertarik untuk mencoba Carnivore Diet, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli gizi atau dokter untuk memastikan bahwa Anda tetap mendapatkan nutrisi yang diperlukan dalam jumlah yang seimbang.